Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

 
 

smunsa news

Bulan Kedua Bumi

smunsa site

Satelit alam pengiring Bumi yang berukuran sebesar bus ini akan beredar di angkasa hingga Agustus mendatang

 

asteroid 2001 DO 47

Atas : potret hitam putih penemuan asteroid 2001 DO 47 - yang dinobatkan sebagai bulan kedua Bumi - pada 19 Februari malam. Jejak asteroid nampak dalam bentuk lintasan memanjang di tengah potret ini, sepanjang 29 detik busur. Potret diambil oleh RS Mc Millan dengan menggunakan teleskop Spacewatch 90 cm pada waktu paparan 153 detik (sumber : Spacewatch).

Ada berapa bulan yang dimiliki Bumi kita ? Setelah anda membaca tulisan ini, jawabannya sudah jelas : dua ! Ya, kini Bulan yang selalu terlihat bundar menyenangkan saat purnama tiba itu tidak sendirian lagi di angkasa sebagai pengiring setia Bumi. Sejak Februari lalu, Bulan memiliki satu kawan baru, yang menemaninya mengelilingi Bumi dengan setia dalam perjalanannya mengarungi angkasa.

Adalah astronom RS Mc Millan dari Observatorium Kitt Peak di Arizona, AS, yang pertama kali mendeteksi satelit alam kedua ini. Pada tanggal 19 Februari malam, Mc Millan mengarahkan teleskop Spacewatch yang dilengkapi kamera ke langit, guna melacak kemungkinan keberadaan benda-benda langit tak dikenal yang beredar di dekat orbit Bumi. Dan di malam itu Mc Millan berhasil memotret sebuah obyek kecil tak dikenal yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Begitu cepatnya, sehingga pada potret yang dihasilkan Spacewatch, obyek tadi terlihat sebagai garis memanjang.

Dari jejak yang ditangkap kamera Spacewatch, Mc Millan menyimpulkan bahwa obyek tak dikenal ini haruslah cukup dekat dengan Bumi. Obyek ini memiliki diameter antara 10-20 meter, seukuran sebuah bus. Dengan berdasarkan daya pantul sinar Matahari yang jatuh ke permukaannya, dapat diketahui bahwa obyek kecil ini adalah asteroid yang mengandung logam. Hal ini menggugurkan kemungkinan lain yang menyebutkan bahwa obyek tersebut merupakan sisa-sisa roket pendorong berbagai wahana antariksa yang melakukan perjalanan antar planet.

Analisis lanjutan yang dilakukan oleh Minor Planet Electronic Circular, sebuah badan internasional yang khusus menangani analisis terhadap benda-benda langit tak dikenal yang baru ditemukan memperlihatkan bahwa obyek yang ditemukan Mc Millan memiliki garis edar yang sangat mirip dengan orbit Bumi dan akan terus berada di dekat Bumi unuk beberapa minggu kemudian. Pengamatan lain yang dilakukan Scott Kranz bersama Gil Machin dan Joe Alburty dari Observatorium Powell yang dibiayai NASA menegaskan penmuan Mc Millan. Maka pada tanggal 23 Februari, Minor Planet mengumumkan bahwa obyek yang ditemukan Mc Millan - selanjutnya diberi kode 2001 DO 47 tanpa nama resmi - merupakan satelit alam yang mengorbit Bumi. Pernyataan ini sekaligus menambah jumlah satelit yang dimiliki Bumi menjadi dua buah, yakni Bulan (Luna) dan 2001 DO 47 ini.

Tangkapan

Jika 2001 DO 47 merupakan satelit Bumi, mengapa baru diketahui sekarang ? Upaya pencarian satelit-satelit Bumi - selain Bulan - sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, lebih dari seabad silam. Sepanjang waktu itu banyak teori dan pernyataan yang dikemukakan, namun tidak ada satu pun yang menjurus ke arah penemuan satelit kedua Bumi. Namun, ahli-ahli astronomi di seluruh dunia sudah lama menyadari Bahwa bulan tidaklah sendirian di angkasa dalam menemani Bumi. Dengan bersandar pada fakta-fakta tentang satelit-satelit yang dimiliki planet-planet luar, diestimasikan terdapat sejumlah obyek kecil yang berperan sebagai satelit Bumi. Obyek-obyek tersebut berupa asteroid.

Asteroid-asteroid tersebut melayang-layang di angkasa karena dihentakkan dari posisinya semula di sabuk asteroid yang berlokasi di antara orbit Mars dan Jupiter. Hentakan ini dilakukan oleh gravitasi planet raksasa Jupiter. Di sisi lain, asteroid ini bisa juga berasal dari inti-inti komet yang telah menguap habis bahan-bahan ringannya dan kecepatannya berkurang sehingga orbitnya berubah.

2001 DO 47 diduga mulai menempati posisinya sekarang sejak Agustus tahun lalu. Ketika itu obyek ini melintas di dekat Bulan dan terkena pengaruh gravitasi Bulan sehingga kecepatannya berkurang. Akibatnya, ia ditangkap dan terperangkap dalam medan gravitasi Bumi. Skenario ini bukanlah mustahil, karena semua satelit-satelt mini yang dimiliki planet-planet lain juga berawal dari proses yang sama. Dengan kata lain, 2001 DO 47 merupakan " bulan tangkapan".

Saat ini bulan kedua Bumi ini berada pada jarak 653.000 km dari Bumi, dengan periode revolusi 60 hari. Para astronom mengklasifikasikan bulan ini sebagai satelit temporer, dimana ia hanya akan bertahan di orbitnya sekarang hingga 8 Agustus mendatang. Pada tanggal itu, diperkirakan bulan mini ini akan berada cukup dekat dengan Bulan sehingga terlambatkan kembali dan sebagai akibatnya ia akan meluncur ke Bumi sebagai meteor. Namun skenario ini belumlah pasti dan sejumlah astronom sudah megambil ancang-ancang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan teleskop radio untuk menentukan periode rotasi dan bentuk sebenarnya dari bulan mini Bumi ini.

Yang jelas, tak ada salahnya kalau kita ucapkan : selamat datang, bulan mini 2001 DO 47 ! 


Bergabunglah bersama Smuns@News dan anda akan mendapatkan topik-topik baru yang menarik

[ gabung ]


Web Links

A Second Moon of Planet Earth ? - artikel dari Larry Robinson, astronom yang bekerja di proyek penelitian obyek-obyek dekat Bumi NASA (external link).

Spacewatch - proyek pencarian obyek-obyek dekat orbit Bumi yang tak dikenal, dikembangkan oleh Universitas Arizona (external link).

Minor Planet Electronic Circular - external link.


Indeks Berita


Last edited 16 Mei 2001 , untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan hubungi webmaster

Penulis : nida

Editor  : nida


Iffah Webmaster Team 2001